Bersabar di jalan Allah
Ini adalah sebuah perjalanan hidup saya semenjak pertama kali menginjakan kaki d bumi Kinanah atau juga biasa di sebut dengan Negeri para Anbiya. Pandangan pertama yang saya lihat sewaktu saya masih di dalam pesawat Qatar airlines begitu mempesona melihat keindahan Negeri ini dengan tumbuhan hijau yang masih tumbuh lebat, di mana sebelumnya saya cuman sekedar melihat gurun pasir yang begitu luas d sekitar jazirah Arab, akan tetapi setelah memasuki wialyah Mesir begitu berbeda dengan keadaan yang sebelumnya yakni dengan tumbuh-tumbuhan hijau tumbuh di mana-mana. Dan tidak kalah menariknya lagi pemandangan yang serasa asing dan berbeda jauh dengan apa yang saya liaht di Indonesia, struktur bangunan rumah yang mayoritas berbentuk kotak seakan keliatan seperti tumpukan2 kardus mie indomie d mana2, tapi memang begitulah struktur bangunan rumah arab pada umumnya.
Setibanya di bandara Cairo Airport saya dan kawan2 merasa seperti udang kepanasan, dengan suhu udara yang begitu panas pada saat itu, tapi dengn tibanya kami di negeri kinanah ini seakan semuanya serasa biasa, mungkin dengan perasaan hati yg senang dan gembira akhirnya kami bisa sampai juga di mesir setelah satu tahun menanti. Dengan pengawasan yang ketat kami belum boleh keluar bandara sampai ada staff KBRI yang menjemput kami di sana. Alhamdullah selama kurang lebih setengah jam kami akhirnya di perbolehkan untuk meninggalkan bandara, dan salahsatu staff KBRI yang bernama pak Mukhlason membawa bis untuk mengantarkan kami ke asrama dimana kami akan tinggal selama kami tinggal di Mesir.
Di sepanjang jalan kamipun d komando oleh senior-senior kami dengan memperkenalkan nama jalan2 yg kita lalui, ada juga bangunan2 pemerintah atopun taman2 yg biasanya ramai di kunjungi orang2 kalau di sore hari, nama yang pertama kali saya kenal yaitu asiir( sejenis minuman juice untuk d musim panas) dan nama daerah robiatul adawiyyah, dua itulah yg pertama kali saya kenal. Sesampainya kami d tempat tujuan yakni MADINAH EL BOOEST ( asrama untuk penerima beasiswa luar negri) kami pun di sambut oleh kaka2 kelas kami, dan kami pun sempat kumpul sebentar untuk pembagian kamar semntara atau sering kita sebut istidhofah.Alhmdulillah setelah kurang lebih 3 minggu akhirnya kita mendapatkan kamar yang baru dan insyalloh itu akan menjadi kamar selama kita belajar di mesir atau pasnya di Universitas Al Azhar.
Ternyata masih belum cukup kita mengursi hal yang berkaitan dengan asrama tempat tingggal kita, lebih banyak lagi hal yang mesti kita selesaikan mulai dari pendaftaran kuliah,lapor pendidikan di Kedutaan Besar Republik Indonesia Mesir (KBRI) dan tidak lupa juga periksa kesehatan darah bagi semua orang yang masuk ke mesir tidak pandang bulu antara warga Mesir asli ataupun warga asing. Walaupun pada saat pemeriksaan darah kita dalam melaksanakn puasa karna kita datang ke mesir pas sehari sebelum melaksanakn ibadah puasa, Alhamdulillah di antara kami tidak terjadi apa tidak seperti kebanyakan kakak kelas kami ada yang sampai pingsan,karna mungkin di sini tidak ada yang namanya obat penahan rasa sakit tidak seperti halnya dokter2 yang ada d Indonesia.
Berhari-hari, berminggu-minggu sampai berbualn-bulan Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar tanpa ada kendala yang begitu memberatkan hingga alhamdullih sampai saat ini kita bias melaksanakan ujian awwal tahun, tidak lain itu semua berkat dorongan dari ornang2 terdekat terutama kedua orang tua kita dan yang pastinya itu sebuah karunia allah terhadap kita sehingga kita bisa melaksanakan semuanya. La syukru illa lillah. Mungkin itulah perjalann awal kami untuk menempuh hidup yang lebih mulia pada akhirnya.
Thursday, March 10, 2011
assobru yuinu ala kulli amalin
Bersabar di jalan Allah
Ini adalah sebuah perjalanan hidup saya semenjak pertama kali menginjakan kaki d bumi Kinanah atau juga biasa di sebut dengan Negeri para Anbiya. Pandangan pertama yang saya lihat sewaktu saya masih di dalam pesawat Qatar airlines begitu mempesona melihat keindahan Negeri ini dengan tumbuhan hijau yang masih tumbuh lebat, di mana sebelumnya saya cuman sekedar melihat gurun pasir yang begitu luas d sekitar jazirah Arab, akan tetapi setelah memasuki wialyah Mesir begitu berbeda dengan keadaan yang sebelumnya yakni dengan tumbuh-tumbuhan hijau tumbuh di mana-mana. Dan tidak kalah menariknya lagi pemandangan yang serasa asing dan berbeda jauh dengan apa yang saya liaht di Indonesia, struktur bangunan rumah yang mayoritas berbentuk kotak seakan keliatan seperti tumpukan2 kardus mie indomie d mana2, tapi memang begitulah struktur bangunan rumah arab pada umumnya.
Setibanya di bandara Cairo Airport saya dan kawan2 merasa seperti udang kepanasan, dengan suhu udara yang begitu panas pada saat itu, tapi dengn tibanya kami di negeri kinanah ini seakan semuanya serasa biasa, mungkin dengan perasaan hati yg senang dan gembira akhirnya kami bisa sampai juga di mesir setelah satu tahun menanti. Dengan pengawasan yang ketat kami belum boleh keluar bandara sampai ada staff KBRI yang menjemput kami di sana. Alhamdullah selama kurang lebih setengah jam kami akhirnya di perbolehkan untuk meninggalkan bandara, dan salahsatu staff KBRI yang bernama pak Mukhlason membawa bis untuk mengantarkan kami ke asrama dimana kami akan tinggal selama kami tinggal di Mesir.
Di sepanjang jalan kamipun d komando oleh senior-senior kami dengan memperkenalkan nama jalan2 yg kita lalui, ada juga bangunan2 pemerintah atopun taman2 yg biasanya ramai di kunjungi orang2 kalau di sore hari, nama yang pertama kali saya kenal yaitu asiir( sejenis minuman juice untuk d musim panas) dan nama daerah robiatul adawiyyah, dua itulah yg pertama kali saya kenal. Sesampainya kami d tempat tujuan yakni MADINAH EL BOOEST ( asrama untuk penerima beasiswa luar negri) kami pun di sambut oleh kaka2 kelas kami, dan kami pun sempat kumpul sebentar untuk pembagian kamar semntara atau sering kita sebut istidhofah.Alhmdulillah setelah kurang lebih 3 minggu akhirnya kita mendapatkan kamar yang baru dan insyalloh itu akan menjadi kamar selama kita belajar di mesir atau pasnya di Universitas Al Azhar.
Ternyata masih belum cukup kita mengursi hal yang berkaitan dengan asrama tempat tingggal kita, lebih banyak lagi hal yang mesti kita selesaikan mulai dari pendaftaran kuliah,lapor pendidikan di Kedutaan Besar Republik Indonesia Mesir (KBRI) dan tidak lupa juga periksa kesehatan darah bagi semua orang yang masuk ke mesir tidak pandang bulu antara warga Mesir asli ataupun warga asing. Walaupun pada saat pemeriksaan darah kita dalam melaksanakn puasa karna kita datang ke mesir pas sehari sebelum melaksanakn ibadah puasa, Alhamdulillah di antara kami tidak terjadi apa tidak seperti kebanyakan kakak kelas kami ada yang sampai pingsan,karna mungkin di sini tidak ada yang namanya obat penahan rasa sakit tidak seperti halnya dokter2 yang ada d Indonesia.
Berhari-hari, berminggu-minggu sampai berbualn-bulan Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar tanpa ada kendala yang begitu memberatkan hingga alhamdullih sampai saat ini kita bias melaksanakan ujian awwal tahun, tidak lain itu semua berkat dorongan dari ornang2 terdekat terutama kedua orang tua kita dan yang pastinya itu sebuah karunia allah terhadap kita sehingga kita bisa melaksanakan semuanya. La syukru illa lillah. Mungkin itulah perjalann awal kami untuk menempuh hidup yang lebih mulia pada akhirnya.
Ini adalah sebuah perjalanan hidup saya semenjak pertama kali menginjakan kaki d bumi Kinanah atau juga biasa di sebut dengan Negeri para Anbiya. Pandangan pertama yang saya lihat sewaktu saya masih di dalam pesawat Qatar airlines begitu mempesona melihat keindahan Negeri ini dengan tumbuhan hijau yang masih tumbuh lebat, di mana sebelumnya saya cuman sekedar melihat gurun pasir yang begitu luas d sekitar jazirah Arab, akan tetapi setelah memasuki wialyah Mesir begitu berbeda dengan keadaan yang sebelumnya yakni dengan tumbuh-tumbuhan hijau tumbuh di mana-mana. Dan tidak kalah menariknya lagi pemandangan yang serasa asing dan berbeda jauh dengan apa yang saya liaht di Indonesia, struktur bangunan rumah yang mayoritas berbentuk kotak seakan keliatan seperti tumpukan2 kardus mie indomie d mana2, tapi memang begitulah struktur bangunan rumah arab pada umumnya.
Setibanya di bandara Cairo Airport saya dan kawan2 merasa seperti udang kepanasan, dengan suhu udara yang begitu panas pada saat itu, tapi dengn tibanya kami di negeri kinanah ini seakan semuanya serasa biasa, mungkin dengan perasaan hati yg senang dan gembira akhirnya kami bisa sampai juga di mesir setelah satu tahun menanti. Dengan pengawasan yang ketat kami belum boleh keluar bandara sampai ada staff KBRI yang menjemput kami di sana. Alhamdullah selama kurang lebih setengah jam kami akhirnya di perbolehkan untuk meninggalkan bandara, dan salahsatu staff KBRI yang bernama pak Mukhlason membawa bis untuk mengantarkan kami ke asrama dimana kami akan tinggal selama kami tinggal di Mesir.
Di sepanjang jalan kamipun d komando oleh senior-senior kami dengan memperkenalkan nama jalan2 yg kita lalui, ada juga bangunan2 pemerintah atopun taman2 yg biasanya ramai di kunjungi orang2 kalau di sore hari, nama yang pertama kali saya kenal yaitu asiir( sejenis minuman juice untuk d musim panas) dan nama daerah robiatul adawiyyah, dua itulah yg pertama kali saya kenal. Sesampainya kami d tempat tujuan yakni MADINAH EL BOOEST ( asrama untuk penerima beasiswa luar negri) kami pun di sambut oleh kaka2 kelas kami, dan kami pun sempat kumpul sebentar untuk pembagian kamar semntara atau sering kita sebut istidhofah.Alhmdulillah setelah kurang lebih 3 minggu akhirnya kita mendapatkan kamar yang baru dan insyalloh itu akan menjadi kamar selama kita belajar di mesir atau pasnya di Universitas Al Azhar.
Ternyata masih belum cukup kita mengursi hal yang berkaitan dengan asrama tempat tingggal kita, lebih banyak lagi hal yang mesti kita selesaikan mulai dari pendaftaran kuliah,lapor pendidikan di Kedutaan Besar Republik Indonesia Mesir (KBRI) dan tidak lupa juga periksa kesehatan darah bagi semua orang yang masuk ke mesir tidak pandang bulu antara warga Mesir asli ataupun warga asing. Walaupun pada saat pemeriksaan darah kita dalam melaksanakn puasa karna kita datang ke mesir pas sehari sebelum melaksanakn ibadah puasa, Alhamdulillah di antara kami tidak terjadi apa tidak seperti kebanyakan kakak kelas kami ada yang sampai pingsan,karna mungkin di sini tidak ada yang namanya obat penahan rasa sakit tidak seperti halnya dokter2 yang ada d Indonesia.
Berhari-hari, berminggu-minggu sampai berbualn-bulan Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar tanpa ada kendala yang begitu memberatkan hingga alhamdullih sampai saat ini kita bias melaksanakan ujian awwal tahun, tidak lain itu semua berkat dorongan dari ornang2 terdekat terutama kedua orang tua kita dan yang pastinya itu sebuah karunia allah terhadap kita sehingga kita bisa melaksanakan semuanya. La syukru illa lillah. Mungkin itulah perjalann awal kami untuk menempuh hidup yang lebih mulia pada akhirnya.
Labels:
testing
Subscribe to:
Posts (Atom)